Berita

Wamen Angela: Indonesia Harus Aktif dalam Pemulihan Ekonomi Kreatif di Dunia

Selasa, 17 November 2020 - 09:51
906
Wamen Angela: Indonesia Harus Aktif dalam Pemulihan Ekonomi Kreatif di Dunia Wakil Menteri Pariwisata, Angela Tanoesoedibjo, saat menjadi pembicara dalam kegiatan “The Friends of Creative Economy 2020” (FCE) yang digelar Kemenparekraf RI. (foto: Kemenparekraf RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTAWakil Menteri Pariwisata, Angela Tanoesoedibjo, mengatakan Indonesia harus mampu mendorong implementasi jelang tahun internasional ekonomi kreatif dunia tahun 2021 secara efektif, bagi pemulihan sektor ekonomi kreatif maupun ekonomi dunia.

Ini disampaikan Angela saat menjadi pembicara dalam kegiatan “The Friends of Creative Economy 2020” (FCE) yang digelar Kemenparekraf RI (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). Acara ini digelar menjelang tahun internasional ekonomi kreatif untuk pembangunan berkelanjutan 2021.

Menteri Angela 2

Forum FCE 2020 ini merupakan inisiasi bersama Kemenparekraf/Baparekraf dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), sebagai ajang diskusi terkait resiliensi, revival, dan recovery untuk kemajuan ekonomi kreatif. 

Kegiatan ini berlangsung pada 11 - 12 November 2020 di Jakarta. Dihadiri oleh 112 delegasi dari 55 negara dan 8 organisasi internasional, baik secara luring maupun daring. Peserta terdiri dari pelaku ekonomi kreatif, pemerintah, organisasi internasional termasuk PBB dan ASEAN, serta akademisi.

Menghadapi tahun internasional ekonomi kreatif dunia tahun 2021, Indonesia mengusulkan tema “Inclusively Creative: A Global Recovery” dalam pelaksanaan tahun internasional ekonomi kreatif dunia 2021.

“Inklusivitas berasal dari keyakinan kami bahwa dengan memberikan kesempatan yang sama tanpa memandang latar belakang, ekonomi kreatif akan menjembatani kekompakan antar masyarakat. Terlebih lagi pandemi ini telah memicu disrupsi digital, dan kini saatnya mengatasi tantangan dan menangkap peluang digitalisasi serta pengaruhnya terhadap sektor ekonomi kreatif,” kata Angela.

Dalam forum FCE 2020, Indonesia juga merencanakan penyelenggaraan pertemuan dunia di sektor ekonomi kreatif, yaitu pertemuan kedua World Conference on Creative Economy (WCCE), di Bali, Indonesia, pada pertengahan 2021. 

Menteri Angela 3

Selain itu, forum FCE 2020 juga mengidentifikasi sejumlah program dan inisiatif internasional untuk melaksanakan tahun internasional 2021 dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Senada dengan Wamen Angela, Wakil Menteri Kemenlu, Mahendra Siregar, menekankan pentingnya mengubah tantangan menjadi peluang dengan menghubungkan sektor kreatif, meningkatkan akses industri kreatif kepada inklusi keuangan, dan perlunya memperkuat kolaborasi internasional. 

“Pelaksanaan tahun internasional ekonomi kreatif harus bersifat inklusif dan berorientasi pada tindakan,” kata Wamenlu Mahendra.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Febrian Ruddyard, mengidentifikasi empat parameter utama bagi pelaksanaan tahun internasional, yaitu inclusive, innovative, meaningful and impactful. 

Ia mengatakan keempat kunci tersebut penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan tahun internasional dapat memiliki kontribusi nyata dalam menghidupkan kembali sektor kreatif menuju ketahanan yang kokoh dan berperan dalam pemulihan global.

“Mari kita jaga momentum positif ini, perkuat semangat untuk berpikir kreatif, dan berkolaborasi secara inklusif, agar kita dapat terus membuat kemajuan yang bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi kreatif,” ujar Febrian. (*)

Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Mahakam just now

Welcome to TIMES Mahakam

TIMES Mahakam is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.